Monday, May 14, 2012

Fenomena | Legenda Prabu Siliwangi

maung putih
Peristiwa kecelakaan PESAWAT Sukhoi Superjet-100 di lereng Gunung Salak mengingatkan sebagian orang pada Legenda Prabu Siliwangi. Ya, karena Gunung Salak memang terkenal sebagai lokasi angker yang penuh mitos dan legenda.

Bunda jadi penasaran dengan Legenda Prabu Siliwangi karena beberapa situs web news dan blog menuliskan soal ini. Bunda langsung search Google aja, dan inilah hasil penelusuran dan fakta data tentang Legenda Prabu Siliwangi yang sudah terdeteksi.

Lereng Gunung Salak, dipercaya sebagai simbol Maha Meru yang merupakan tempat tinggak dan bersemayam para dewa sehingga Umat Hindu membangun sebuah Pura Hindu yang bernama Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Tamansari Gunung Salak tepat di lereng gunung sakral ini.

Konon, di tanah ini pernah berdiam sang Raja Padjadjaran paling masyhur dan paling dipuja, Prabu Siliwangi, yang membawa kemasyuran bagi tanah Sunda Parahyangan (Para Hyangan).

Legenda Prabu Siliwangi erat kaitannya dengan macan atau maung (harimau). Beberapa hal yang berkaitan dengan kebudayaan dan eksistensi masyarakat Sunda dikorelasikan dengan simbol maung, baik simbol verbal maupun non-verbal seperti nama daerah (Cimacan), simbol Komando Daerah Militer (Kodam) Siliwangi, hingga julukan bagi klub sepak bola kebanggaan warga kota Bandung (Persib) yang sering dijuluki Maung Bandung.

Masyarakat Sunda percaya bahwa Prabu Siliwangi dan Kerajaan Pajajaran menghilang pasca penyerbuan pasukan Islam Banten dan Cirebon yang dipimpin oleh keturunannya. Konon, Prabu Siliwangi beserta para pengikutnya yang masih setia memilih untuk tapadrawa di hutan sebelum akhirnya nga-hyang untuk menghindari pertumpahan darah dengan anak cucunya yang telah memeluk Islam. Mereka konon menjelma menjadi macan yang menjaga tanah Sunda. Prabu Siliwangi berubah wujud menjadi harimau putih, sementara pengikutnya menjadi harimau loreng yang disebut maung sancang.

Harimau jelmaan Prabu Siliwangi berdiam di dekat muara Sungai Cikaengan. Lokasi itu hingga kini dianggap petilasan Prabu Siliwangi dan kerap didatangi masyarakat Sunda dan wisatawan. Sementara maung sancang tinggal di hutan Leuweungsancang. Keberadaan legenda itu mengakibatkan hutan di tepi Samudra Indonesia itu dihormati masyarakat sekitar dan menjadikannya sebagai hutan tropis pantai yang masih cenderung utuh.

Begitulah sedikit Legenda Prabu Siliwangi yang bisa bunda dapatkan dari berbagai sumber. Mohon maaf apabila ada salah penulisan dan tafsir.

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.